Salam Petualang

   Gambar
         seorang penjelajah alam itu mempunyai karakter yg susah untuk dimengerti, dia mampu menempatkan diri dalam situasi apapun, dia tak takut akan tantangan dan dia suka mencoba hal yg baru, kadang pula dia berhenti dan kelihatan menyerah dalam mengahdapi sesuatu, namun tunggu sj beberapa saat, dia akan kembali berdiri dan menyelesaikan sesuatu yg membuatnya tertantang..

diamnya berpikir, berorientasi, mempelajari dan bertindak, namun juga diamnya hanya diam tanpa arti, sebab dia sedang mengagumi apa yg ada di depan matanya dan terhampar di pikirannya….

ia mempunyai visi lebih, ia jg mempunyai daya juang tinggi dan dia cenderung bahwa keputus asaan akan membuatnya mati, baik d alam ataupun dalam kehidupan sehari hari..

ia tak suka melihat orang lain kekurangan, ia jg tak senang melihat kemunafikan, ia akan bertindak, ia akan bergerak, karena ia membayangkan apabila hal itu terjadi padanya dan ia akan lebih memilih berteman sunyi drpda bersahabat dengan kemunafikan..

ia memahami benar keadaan skitar, ia mengenal alamnya indonesia karena stiap waktu ia habiskan untuk jelajah alam dan berpetualang dan d saat senggangnya ia gunakan untuk mempelajari segala bentuk keanekaragaman ilmu dan pengetahuan tentang pesona negerinya..

mungkin ia tak kelihatan di antara banyak orang, mungkin jg ia tak terkenal diantara sekian daftar nama para petualang besar, namun andilnya dan kepeduliannya tak kalah dengan sepak terjang para senior dan sesepuh sesepuhnya, karena ia tak akan mau dan tak akan rela kalah dalam hal mencintai alamnya, indonesia

batin nya peka, instingnya tajam , nalurinya jujur dan gerakannya sigap, cepat tanggap dan rela bekerja keras lebih dr orang lainnya..ia telah terlatih..ia telah ditempa, dalam derasnya hujan, tinngginya pegunungan, kencangnya angin dan deru badai sepanjang jalan..

ia, berjalan sendirian. menyusuri kegelapan dan menembus kabut yg menyesakkan dada serta membutakan mata, namun apalah arti smua itu dibanding dengan kekagumannya akan keelokan indonesia, yg dilihat dr dekat, dirasakan dengan hati dan dicium langsung oleh hidung nya di antar putus2 sengal nafasnya…

ia akan selalu meperhatikan skitar, ia akan cepat mengenali tanda,cepat beradaptasi dan sanggup menghadapi keadaan di mana tidak smua orang sanggup menghadapinya…

sangat disayangkan pemuda sekarang hanya melihat keindahan alam dr media televisi dan iklan asing yg justru meng iklankan keindahan indonesia dr layar kaca dan majalah.oleh karena itulah mereka skarang menjadi generasi ALAY dan lebay..

pemuda yg bermental drama dan berkelakauan sinetron serta bertata krama korea dan berpenampilan mesum ala bokep jepang.

salam semilyar pohon dan secangkir kopi buat semuanya…
salam pendaki indonesia

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Moon over Wyoming

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Racks of bikes

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Blast from the Past: Branding Your Blog

The Daily Post

The Daily Post is on hiatus this week, so we’ll be highlighting great posts from the archives that you might have missed the first time around (never fear — there’ll still be a new Photo Challenge on Friday!). 

Our recent Blogger or Brand? post generated a lot of interest. For those still trying to create a blog identity, check out this excellent primer on visual identity and taglines.

If you’re old and/or hip enough to remember the days when books were printed on paper and sold on shelves, you probably have a handful of favorite book covers. The visual design of a book not only grabs the attention of would-be readers, but also sets a tone for the content sandwiched between its covers. Covers and spines that all look alike make for wonderful soft furnishings, but in a world in which ideas have to compete for attention, they often…

Lihat pos aslinya 1.377 kata lagi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Blast from the Past: Literally

The Daily Post

The Daily Post is on hiatus this week, so we’ll be highlighting great posts from the archives that you might have missed the first time around (never fear — there’ll still be a new Photo Challenge on Friday!). 

Today, grammar guru Daryl explains how “literally” literally came to mean its opposite — and why that’s okay:

English usage snobs all over the internet shudder when they hear the word “literally” used to mean its opposite. For example, somebody who claims to have been “literally scared to death” actually means that he was figuratively scared to death. If he had been literally scared to death, he wouldn’t be around to tell us about his fate. Search Google for the simple word “literally” and you’ll find no shortage of sites correcting the misuse. Some fun treatments include that of The Oatmeal (beware, it’s a little off-color) and xkcd.

Lihat pos aslinya 733 kata lagi

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

10 HEWAN TERANCAM PUNAH

Kepunahan, selalu menjadi ancaman serius bagi eksistensi fauna yang ada di bumi. Selain faktor seleksi alam, beberapa juga merupakan faktor ulah manusia. Seperti perburuan dan eksploitasi hutan, yang secara langsung menjadi penyebab punahnya beberapa spesies fauna. 

Ironis bagi Indonesia, dari daftar sepuluh spesies terancam punah yang dikeluarkan jurnal Live Science Agustus 2012, dua di antaranya berasal dari Nusantara.

1. Burung Condor California

www.belantaraindonesia.org

California condor ( Gymnogyps californianus ) punya masa hidup hingga 50 tahun. Namun, perburuan, racun, dan hilangnya habitat, menjadikannya salah satu burung paling langka di dunia. Bahkan pada era 1980 – an, burung ini nyaris tak bersisa. Berkat usaha pelestarian, saat ini masih ada 332 condor yang tersisa, 152 di antaranya di alam bebas.

2. Orangutan Sumatera

www.belantaraindonesia.org

Orangutan dari Indonesia ini mengalami nasib terancam punah karena hal sama: perburuan dan hilangnya habitat. Selain itu, orangutan sumatra ( Pongo abelii ) sulit bertambah karena siklus reproduksi yang rendah. Satu orangutan betina hanya mampu memproduksi tiga keturunan sepanjang hidupnya.

3. Hiu Gangga

www.belantaraindonesia.org

Sesuai namanya, hiu gangga ( Glyphis gangeticus ) hidup di Sungai Gangga, India. Penyebab kepunahan spesies ini berasal dari perburuan, hilangnya habitat karena polusi air, dan meningkatnya penggunaan sungai oleh warga.

4. Gorila Gunung

www.belantaraindonesia.org

Populasi gorila gunung ( Gorilla beringei ) berkurang drastis karena penggundulan hutan, perburuan, dan perdagangan menjadi hewan peliharaan. Membuat populasi mereka hanya tersisa 720 individu di alam liar.

5. Buaya Filipina

www.belantaraindonesia.org

Meski dilindungi, survei di tahun 1995 menyebutkan jumlah buaya filipina ( Crocodylus mindorensis ) hanya tersisa 100 individu dewasa.

6. Black Fotted Ferret

www.belantaraindonesia.org

Black-footed ferret ( Mustela nigripes ) terancam kehidupannya karena pembangunan fasilitas untuk manusia yang hanya menyisakan habitat kurang dari dua persen dari ukuran aslinya.

7. Harimau Siberia

www.belantaraindonesia.org

Jumlah harimau siberia ( Panthera tigris altaica ) yang masih hidup di alam bebas diperkirakan hanya berjumlah 350 – 450 individu. Ancaman utamanya adalah perburuan untuk bulu dan tulangnya.

8. Serigala Merah

www.belantaraindonesia.org

Serigala merah ( Canis lupus rufus ) berhasil melewati masa Pleistosen. Namun, gagal bertahan di dunia modern manusia. Dulunya, serigala ini menyebar di tengara Amerika Serikat. Tapi populasi serigala merah akhirnya menurun tajam setelah adanya program kontrol predatordan hilangnya habitat. Diperkirakan hanya tinggal 100 individu tersisa di alam liar Carolina Utara. 150 lainnya menjadi penghuni fasilitas penangkaran di seluruh AS.

9. Paus Western Gray

www.belantaraindonesia.org

Meski sudah dilindungi sejak tahun 1947, populasi paus western gray ( Esrichtiius robustus ) gagal pulih total. Dari 100 individu paus ini, hanya 23 di antaranya betina produktif.

10. Badak Sumatera

www.belantaraindonesia.org

Badak Sumatera ( Dicerorhinus sumatrensis ) merupakan spesies badak terkecil. Biasa ditemukan di hutan hujan atau rawa di India dan Asia Tenggara. Saat ini jumlahnya diperkirakan hanya tinggal 300 individu. Penyebab utamanya adalah perburuan ilegal demi cula yang mencapai harga lebih dari Rp 285 jutaan per kilogram di pasar gelap.  source

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

(Jangan) Gunakan Teknologi Untuk Menyelamatkan Bumi!

Kita telah menghancurkan bumi kita. Benar. Bumi kita sakit, dan disebabkan perilaku manusia yang menyalahgunakan teknologi secara berangsur – angsur, dengan tujuan menciptakan kehidupan yang lebih mudah. Daur ulang, Penggunaan kembali, Perbaharui lagi, Kembali Semuanya. Berhematlah. Selalu gunakan kedua sisi dari kertas lembar.

Setelah kertas tersebut penuh, jika memungkinkan, gunakan kertas bekas untuk mendaur ulang ala kamu sendiri. Proses sedikit bau, tetapi hasilnya sepadan. Sangat sangat sangat berhematlah. Mencoba untuk tidak mengikuti barang terbaru tetapi gunakanlah milikmu yang terakhir dengan sebaik – baiknya. Mencoba untuk membeli barang – barang daur ulang atau barang yang telah diperbaharui. Hal ini lebih murah dan lebih sedikit barang tidak jelas yang terbuang.

Jika kamu harus membeli produk baru, cobalah yang ramah lingkungan. Mungkin kamu bisa mencari dengan kemasan berlogo hijau.

Perpanjang Sumber Energi.
Dimulai dari mengisi ulang baterai / aki. Ini sedikit lebih mahal dari yang biasa tetapi kamu bisa menggunakannya lebih lama, lebih, dan lebih, demikian menghemat pengeluaranmu dalam jangka pendek.

Di samping itu, elemen – elemen dari baterai tersebut mengandung racun untuk lingkungan. Semakin berkurangnya limbah, semakin sehat lingkungan kita. Dengan teknologi saat ini, panel surya adalah satu-satunya pilihan umum, meskipun masih mahal bagi kebanyakan orang. Tapi di masa depan, setiap orang akan dapat memanfaatkan energi terbaru selain sumber sinar matahari seperti angin, arus sungai, dan gelombang laut.

Terdapat juga diskusi mengenai “energi coklat“, dengan bahan bakar air.

Lakukan Dokumen Digital 
Cobalah untuk tetap dengan dokumen digital yang bukan dicetak. Ini lebih banyak menghemat kertas. Format yang populer untuk digital adalah “dicetak” media PDF. Jangan mencetak email jika tidak diperlukan, baca ebooks, membaca digital versi media seperti Kompas Digital ( http://epaper.kompas.com ), atau mengikuti berita dan cerita secara online, cukup denganGoogle.

Tinggal dirumah, Mengurangi Polusi. 
Tindakan utama yang dapat anda lakukan untuk membantu bumi adalah tinggal dirumah. Jika tidak penting-penting amat untuk keluar lebih baik tidak usah. Seperti contoh anak remaja yang hobi menghabiskan waktu jalan – jalan dengan mobil pribadi tanpa tujuan jelas. Dengan tinggal dirumah, kamu akan menggunakan lebih sedikit dan lebih sedikit menghasilkan kabut ( asap ). Sementara, emisi karbon transportasi adalah penyumbang terbesar pemanasan global.

Disamping itu, tinggal dirumah bukan berarti tidak melakukan apa – apa. Sekarang ini komunikasi dan teknologi sudah memungkinkan manusia untuk berkomunikasi, bekerja untuk perusahaan dari mana saja, biasanya dari rumah. Internet juga menyediakan hampir apapun yang anda inginkan. Lebih banyak ada hal di internet daripada tidak ada yang bisa menghabiskan membaca tentang masa hidupnya. Lakukanlah apa yang dapat anda lakukan, bijak dengan pemakaian teknologi, berpartisipasilah dalam melestarikan lingkungan. Now, paint your life green! Go Green Indonesia

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar